Oleh Andri/ 84180068
Bagaimana para pemimpin dan pemuda dalam mewujudkan alat-alat perlengkapan pemerintah Republik Indonesia di Kota Padang? Bagaimana bentuk politik yang dijalankan pemerintah daerah Padang pada saat tersebut, dimana di satu sisi mengonsolidasikan anasir-anasir kekuatan yang ada, serta di sisi lain Belanda juga menjalankan pemeritahan a la mereka sendiri? Rintangan apa saya yang mereka hadapi?
Penelitian Andri ini berusaha menjabarkan kepada kita periode-periode awal perjalanan proklamasi dan pemerintahan republik yang disambut antusias oleh masyarakat kota Padang. Keterbatasn sarana dan prasarana pasca pengumuman kemerdekaan di “Pengangsaan” tidak menjadikan republik muda mati layu sebelum berkembang. Antusiasme dan support daerah mendirikan sebuah “pemerintah darurat” guna mendukung Jakarta besar artinya bagi keberlanjutan negara bangsa Indonesia. Andri memberi kita data dan gambaran yang jelas bagaimana perjalanan pemerintahan itu akhirnya efektif melalui beberapa perundingan dengan Belanda.
Pembentukan Komita Nasional Indonesia Daerah (KNID) dan peran para mantan anggota Gyu Gun menjadi pilar utama kota Padang sebagai bagian dari Republik Muda”. Namun pasca periode pemerintahan Walikota Bagindo Azis Chan, pemerintahan tidak lagi berdaya dan akhirnya dipindahkan ke Padangpanjang guna mempertahankan kemerdekaan Republik sampai tahun 1949 (penyerahan kedaulatan).